10 Istilah dalam Impor dan Ekspor untuk Perdagangan Internasional

istilah dalam impor ekspor

Apabila Anda terjun ke dunia perdagangan internasional, Anda akan menemukan banyak istilah baru seperti FOB, DDP, B/L, hingga LOC. Istilah tersebut mungkin bisa membuat Anda bingung di awal. Untuk itu, berikut ini istilah dalam impor ekspor yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan perdagangan internasional. Yuk, simak pembahasannya di artikel ini!

Apa Saja Istilah dalam Impor Ekspor yang Penting Dipahami?

Berikut ini daftar istilah penting dalam impor dan ekspor yang perlu Anda ketahui:

1. Bill of Lading (BOL atau B/L)

Bill of Lading adalah dokumen yang dikeluarkan oleh pengangkut untuk mengakui penerimaan kargo untuk pengiriman. Dalam bahasa Inggris British, istilah ini hanya mengacu pada angkutan kapal, sedangkan dalam bahasa Inggris Amerika, mencakup semua jenis pengangkutan barang.

2. Bill of Materials (BOM)

Bill of Materials atau struktur produk adalah daftar bahan mentah, sub-rakitan, rakitan perantara, sub-komponen, suku cadang, dan jumlah masing-masing yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk.

3. Certificate Of Origin (COO)

Sertifikat asal merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk kepada dokumen yang menyatakan bahwa suatu produk memenuhi ketentuan asal (the Rules of Origin) untuk perjanjian perdagangan tertentu. COO dapat menentukan negara asal suku produk dan umumnya disahkan oleh kamar dagang.

Meski begitu, Anda tidak boleh menyalah artikan dengan Sertifikat Kesesuaian (CoC) yang dapat memverifikasi bahwa sebuah produk dapat memenuhi standar keamanan, kualitas, atau kinerja tertentu yang ditetapkan oleh negara importir.

4. Free Trade Agreement (FTA)

Istilah FTA digunakan untuk melakukan perjanjian perdagangan bebas seperti FTAA (Free Trade Area of the Americas) atau NAFTA (North American Free Trade Agreement) yang merupakan kesepakatan antara dua negara atau lebih untuk membentuk kawasan perdagangan bebas. Di kawasan ini, perdagangan barang dan jasa dapat melintasi perbatasan bersama tanpa dikenakan tarif atau terjadi hambatan. 

5. Cost, Insurance, Freight (CIF)

Istilah ini mengacu pada Incoterms (International Commercial Terms) yang berarti pembeli akan menanggung semua risiko yang terjadi setelah barang berada di atas kapal untuk pengangkutan utama, namun tidak menanggung biaya sampai barang tiba di pelabuhan tujuan yang disebutkan. Istilah CIF hanya berlaku untuk jalur perairan dalam atau angkutan laut. 

CIF umumnya digunakan untuk pengiriman bulk cargo seperti batu bara, biji-bijian, dan bahan lainnya yang tidak dikemas dalam kemasan individual.

6. Rules of Origin (ROO)

Ketentuan asal barang (ROO) merupakan istilah dalam impor ekspor yang mengacu pada kriteria dan peraturan yang digunakan untuk menentukan asal suatu produk atau sumber nasional produk tersebut. 

Informasi tersebut menjadi penting karena berpengaruh langsung kepada penerapan tarif, preferensi perdagangan, dan tindakan perdagangan lainnya. 

Ketika suatu produk diekspor atau diimpor, maka Rules of Origin akan menentukan bagaimana negara-negara mengenakan tarif atau memberikan preferensi perdagangan berdasarkan asal produk tersebut. 

Dengan demikian, ROO menjadi penting dalam mengatur aliran perdagangan global dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perdagangan internasional.

7. Free on Board (FOB)

FOB merupakan istilah dalam impor yang digunakan ketika penjual memenuhi kewajibannya saat barang melintasi pagar kapal di pelabuhan pengapalan yang sudah ditentukan. Ini berarti pembeli akan bertanggung jawab atas biaya dan risiko kehilangan atau kerusakan barang sejak saat itu.

8. Delivered Duty Paid (DDP)

Dalam istilah perdagangan internasional, DDP (Tugas Terkirim Dibayar) mengacu pada kondisi dalam kontrak penjualan yang melibatkan penjual untuk bertanggung jawab mengirimkan barang ke tempat yang disebutkan di negara penerima barang. 

Selain itu, penjual juga harus membayar semua biaya dan risiko terkait dengan pengiriman barang tersebut, termasuk bea masuk, pajak, dan biaya lain yang terdapat selama proses impor barang. 

Oleh karena itu, pada kondisi DDP penjual memiliki tanggung jawab secara penuh atas pengiriman barang hingga barang tersebut dianggap telah diimpor secara sah oleh pihak pembeli

9. Commercial Invoice

Faktur komersial atau surat tagihan merupakan istilah yang digunakan untuk dokumen resmi yang mencatat detail transaksi jual-beli yang dilakukan antara penjual maupun pembeli. 

Di dalam dokumen tersebut juga tercantum informasi lainnya seperti identitas penjual dan pembeli, asal barang, serta kondisi pengiriman (Incoterm) yang menentukan tanggung jawab biaya dan risiko antara kedua belah pihak. 

10. Letters of Credit (LOC)

Surat kredit atau LOC adalah dokumen keuangan yang dikeluarkan oleh satu bank atas nama pembeli kepada bank lain untuk menjamin bahwa pembayaran akan dilakukan tepat waktu, sesuai dengan jumlah yang benar, dan mungkin dengan syarat-syarat lain yang ditentukan.

Dengan adanya Letters of Credit, dokumen ini dapat memberikan jaminan pembayaran kepada penjual sekaligus meningkatkan kepercayaan dalam transaksi internasional, terutama di negara-negara dengan sistem perbankan yang kurang stabil di mana surat kredit perlu mendapatkan konfirmasi oleh bank dari negara yang lebih stabil.

Nah, itulah 10 istilah dalam impor yang penting Anda pahami sebelum terjun ke dunia ekspor impor barang. Jika Anda ingin melakukan pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia, Anda bisa menggunakan jasa impor barang dari Pelican Xpress, yang menyediakan jasa pengiriman dengan harga kompetitif, cepat, dan terpercaya. Informasi lengkap segera kunjungi Pelican Xpress sekarang!

Baca Juga:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Threads

Artikel Terkait